Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan

Membuka MMC terkunci

Ponsel keluaran terbaru hampir semuanya memiliki Multimedia Card (MMC) sebagai tambahan kapasitas memori eksternal untuk ponsel. Tambahan kapasitas memory sangat dibutuhkan karena kapasitas memori internal ponsel takkan cukup untuk menampung semua kebutuhan fasilitas dan fiturnya.

MMC walaupun sangat membantu tapi terkadang membutuhkan perlakuan yang teliti dan cukup merepotkan. Salah satunya yaitu masalah pengamanan, karena menyimpan banyak data dan mungkin data yang sangat penting, maka perlu melakukan pengamanan MMC dengan memasang kode password.

Cara memasang kode password pada MMC sangat mudah, pilih menu ‘memory card’, pilih ‘option’ kemudian pilih ‘set password’ dan masukkan kode sesuai yang diinginkan. Tapi, apa yang terjadi jika lupa akan password yang telah dibuat? MMC tidak akan berfungsi dengan baik. Atau jika membeli ponsel dengan MMC yang terkunci oleh kode si pemilik sebelumnya? Bagaimana cara mengetahui dan membuka MMC yang terkunci ini?

Tak perlu khawatir, karena ternyata caranya sangat mudah, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Ponselnya harus memiliki aplikasi ‘explorer’ untuk melakukan pelacakan file dan folder dalam ponsel, aplikasi ini banyak sekali dan sudah sangat umum seperti misalnya SeleQ, Fexplorer, FileMan dan masih banyak lainnya. Install ke dalam memory ponsel,

2. Kemudian dengan aplikasi tersebut cari file yang bernama “MMCSTORE”, file ini biasanya terletak di folder ’C\System’

3. Jika sulit, gunakan menu ‘find’ atau ‘search’, kemudian ketikkan nama file yaitu ‘mmcstore’ dan ponsel akan mencari file tersebut.

4. Selanjutnya kirim file mmcstore tersebut ke komputer melalui infrared, Bluetooth ataupun kabel data.

5. Melalui komputer atau PC, buka file mmcstore tersebut dengan menggunakan notepad

6. Setelah terbuka, maka pada notepad akan terlihat dengan jelas, password dari MMC tersebut.

7. Dengan password tersebut lakukan penghapusan password “Remove Password” untuk menghilangkan kunci (lock password) pada MMC.
by om budz

NOKIA BB5 MATI TOTAL “CMT 1ST BOOT ERROR”

Sering kali kita mempunyai masalah Ponsel Nokia mati total, disaat kita “Check” muncul pesan Error “CMT 1st Boot Err: Bad Resp RAPx”. Pada dasarnya, permasalahan ini disebabkan karena RAP (Radio Application Proccesor) tidak bekerja. Tugas utama RAP adalah untuk memproses CMT (Cellular Mobile Telephone), pusat kendali utama Ponsel Nokia BB5 terlatak pada komponen ini, sudah pasti apabila komponen ini tidak bekerja maka Ponsel akan mati total.

Kita dapat mengetahui bekerja atau tidaknya RAP secara efektif dan efesien melalui flasher box, dengan fasilitas “Check” Flasher Box dapat melakukan Booting kepada RAP Ponsel tersebut. Sehingga apabila RAP tersebut tidak bekerja, maka secara otomatis Software Flasher akan menampilkan pesan error “CMT 1st Boot Err: Bad Resp RAPx,”.

Banyak sekali kemungkinan yang mengakibatkan permasalahan ini, Anda dapat melihat diagram dibawah ini, apabila dari salah satunya ada yang bermasalah maka proses Booting RAP akan gagal.

Agar RAP dapat Booting (bekerja), dibutuhkan syarat-syarat tertentu, diantarnya:

- VBAT, tegangan sebesar 3,7Volt, sebagai tegangan kerja RETU dan TAHVO.

- VCORE, tegangan sebesar 1,4Volt untuk tegangan/energy kerja Micro Proccesor yang tersimpan pada RAP.

- VIO, tegangan sebesar 1,8Volt untuk tegangan kerja Digital.

- PURX, tegangan sebesar 1,8Volt merupakan tegangan perintah / reset RAP3G agar dapat aktif.

- SleepX, tegangan sebesar 1.8Volt untuk menentukan status RAP3G pada Mode Sleep atau Aktif, status ini akan diteruskan kepada Retu agar tegangannya dapat “Low Consumtion”.

- RSTX, tegangan sebesar 3.7Volt (sama dengan tegangan Vbat) digunakan untuk tegangan perintah / Reset agar Tahvo dapat aktif. Tanpa RSTX maka tegangan VCORE tidak akan dapat dihasilkan oleh TAHVO.

- RF Clock, Denyut sebanyak 38,4Mhz untuk kebutuhan Digital Clocking. Clock ini dihasilkan oleh Oscilator VCTXO, kemudian diteruskan ke RF Proccesor HINKU.

- Int USB / FBUS, merupakan jalur akses data dari Box menuju RAP. Jalur data ini sebelum masuk ke RAP3G akan melewati TAHVO, tujuannya sebagai Level Shifter. Tentunya apabila TAHVO bermasalah maka Flasher Box tidak dapat mengakses RAP.

BERSAMBUNG……………

Fungsi PURX dan RSTX pada Nokia BB5

Apa perbedaan PURX dan SleepX?

Jelas sangat berbeda, walaupun nilai tegangannnya sama-sama 1.8 Volt. PURX adalah tegangan yang dihasilkan RETU/Avilma sebagai tegangan Reset untuk RAP, sedangkan SleepX adalah tegangan yang dihasilkan RAP, tegangan SleepX ini sangat dibutuhkan oleh RETU/Avilma sebagai pertanda bahwa MCU Core pada RAP sudah berfungsi. Maka sudah jelas apabila tegangan SleepX ini tidak keluar dari RAP, bisa dipastikan RAP bermasalah.

Apa pengaruhnya apabila SleepX tidak masuk dengan baik kepada RETU/Avilma?

Tegangan SleepX ini dibutuhkan RETU/Avilma sebagai penentu modus kerjanya, Energy Mangement dapat bekerja dengan dua kondisi: Aktif atau modus Sleep. Dalam kondisi Sleep, beberapa tegangan yang dihasilkan RETU/Avilma & Tahvo/Betty akan turun, hal ini bertujuan agar Battery menjadi “Low Consumtion”. Tegangan yang akan turun disaat Sleep diantaranya: VR1, VCORE dan VCOREA.

Apakah PURX dapat keluar apabila SleepX sudah keluar?

Sebetulnya tidak, PURX dapat langsung keluar tanpa menunggu SleepX. Hanya saja tegangan PURX ini sering sekali turun tegangannya hanya karena tegangan SleepX kurang dari 1.8 Volt. Biasanya bukan hanya PURX yang menjadi turun tegangannya, tegangan VCORE dapat juga dipengaruhi oleh SleepX.

Apakah tegangan VR1 hanya akan keluar apabila SleepX sudah ada?

Sudah tentu VR1 tidak akan keluar tegangannya apabila tegangan SleepX tidak ada. Tegangan VR1 akan keluar sebesar 2.5 Volt apabila SleepX sudah masuk ke RETU/Avilma. Tegangan VR1 ini digunakan untuk tegangan kerja VCTCXO (Oscilator 38.4mHz), tanpa tegangan VR1 maka Sistem Clocking tidak dapat bekerja dengan baik.

Bisakah tegangan SleepX di Jumper?

Mungkin bisa, mungkin juga tidak, tergantung pada permasalahannya. Apabila RAP sudah memberikan tegangan SleepX namun tegangan tersebut tidak masuk ke RETU/Avilma, kita dapat melakukan Jumper, namun tetap saja ada resikonya, karena dapat menyebabkan Energy Management selau bekerja (tanpa Modus Sleep).

Lalu bagaimana apabila RAPnya sendiri yang tidak memberikan tegangan SleepXnya? Sudah tentu tidak bisa dijumper, persoalannya adalah: apabila RAP tidak memberikan tegangan SleepX maka sudah tentu MCU Core pada RAP tidak berfungsi, jadi percuma saja walaupun di Jumper, Ponsel masih tetap mati total. karena masalahnya, RAPnya tidak bekerja.

Apakah dengan keluarnya tegangan SleepX, maka bisa dipastikan RAP sudah bekerja?

Tidak, tegangan SleepX dapat keluar dari RAP tanpa menunggu MCU & DSP Corenya aktif, asalkan tegangan kerja yang dibutuhkan RAP sudah diterima dengan baik oleh RAP, RAP akan langsung menghasilkan tegangan SleepX. Tegangan kerja RAP yang dimaksud adalah: VIO, VCORE dan PURX. walaupun RAP belum mendapatkan Clock 38.4mHz, RAP masih tetap akan menghasilkan SleepX.

============================

semoga bermanfaat bagi kawan-kawan teknisi di Indonesia,dr mas fikry
makasih info nya

by om bud

Memahami Fungsi “Start-up & Reset Logic”

July 21, 2010 by DJ Junkiee
Filed under Karya Tulis Saya

Leave a comment

Memahami Fungsi “Start-up & Reset Logic”

Start-Up & Reset Logic, atau istilah di Skema Nokia biasa disebut “PUSL (Power-Up System Logic)”, merupakan sistem yang pertama kali berfungsi dari pada rangkaian yang lainnya. Pembahasan ini sengaja saya bahas paling awal, karena sistem ini merupakan pengendali awal pada proses Ponsel dihidupkan. Walaupun dipembahasan sebelumnya, pernah saya katakan bahwa Ponsel mati total disebabkan karena RAP (CPU) tidak bekerja. Namun belum tentu RAPnya yang rusak, sebab RAP ini bisa bekerja tentunya setelah mendapatkan tegangan kerja dan ada perintah Reset (perintah Aktif) kepada RAP.

Dimanakah sistem ini tersimpan?

Start-Up & Reset Logic tersimpan pada Energy Mangement utama, pada Nokia BB5 Energy Management utama ini adalah RETU atau AVILMA.

Dengan cara apa saja agar Start-Up & Reset Logic ini mulai bekerja?

Ada 3 cara untuk mengaktifkan Start-Up & Reset Logic ini, tentunya tujuannya agar Ponsel tersebut dapat hidup.

1. Dengan cara menekan Switch On/Off

Ketika Ponsel sudah terpasang Battery, Start-Up & Reset Logic pada kondisi standby (menunggu perintah Power Up), pada kondisi ini Jalur PwrOnX dalam kondisi High, yaitu pada nilai tegangan sebesar 1.8 – 3.7Volt. Ketika tegangan PwrOnX ini di-Groundkan oleh Switch On/Off sekurangnya 200mS, hal ini dapat dianggap sebagai perintah Power Up.

1. Ditancapkan ke Flasher Box atau merubah nilai BSI.

Ketika Ponsel dihubungkan ke Flasher Box, secara Automatis Ponsel akan memasuki “Local Mode” atau “Test Mode”. Hal ini dapat terjadi karena nilai BSI pada Ponsel telah dirubah oleh Flasher Box dan kebel FBUSnya.

1. Menghubungkan Charger

RAP & MCU Software akan mengontrol proses Charging ini, agar RAP dapat aktif maka Start-Up & Reset Logic akan memaksa mengaktifkan ponsel agar memasuki modus “Charging”

Setelah mendapatkan perintah seperti Point-point diatas, Start-Up & Reset Logic akan memerintahkan:

1. LDO Regulator: VANA (2.5Volt), VIO (1.8Volt), VAUX (2.8 Volt), VREF (1.35 Volt), VDRAM (1.8 Volt).
2. RSTX (3.7Volt) Tegangan RSTX ini akan diberikan kepada Energy Management 2 (TAHVO/AVILMA), tujuannya untuk mengaktifkan LDO VCORE.
3. PURX (Power Up Reset X), sebesar 1.8Volt. tegangan ini diberikan kepada RAP, tugasnya untuk me-Reset atau sebagai tegangan perintah agar RAP mulai aktif.
4. SleepX, sebesar 1.8Volt. tengan ini datang dari RAP untuk RETU. Tujuannya untuk menentukan status Mode ponsel. Ponsel mempunyai 2 status yang berbeda, Sleep Mode dan Aktif Mode. Tentunya disaat Booting atau PowerUp, RETU harus ada pada Mode Aktif. Disaat SleepX aktif (1.8 Volt), LDO VR1 akan aktif.

Bagaimana kita dapat mengetahui Start-Up & Reset Logic ini bermasalah?

Anda dapat mengetahuinya dari konsumsi arus Ponselnya, ada 2 lokasi permasalahan apabila Start-Up & Reset Logic bermasalah: pertama karena Start-Upnya bermasalah, kedua yang disebabkan karena permasalan Reset Control. Permasalahan pada Start-Up dapat diketahui dari tidak adanya konsumsi arus pada ponselnya. Sedangkan apabila Reset Logic bermasalah konsumsi arusnya akan cukup tinggi, antara 30 sampai 50 mAmper.
Gejala Penyebab masalah Nilai konsumsi arusnya Eksekusi atau ganti!!
Semua tegangan dari RETU tidak keluar LDO Regulator tidak mendapatkan perintah Enable dari Start-Up Logic Antara 0 sampai 0,02mA Switch On/Off

Konektor Battery
Semua tegangan keluar, hanya VCORE tidak ada Reset Logic tidak mampu memberikan tegangan RSTX kepada TAHVO/Betty Antara 5 sampai 10 mA RETU / Avilma
Semua tegangan keluar dari RETU kecuali PURX Reset Logic pada RETU bermasalah Antara 20 sampai 30mA RETU / Avilma
SleepX tidak masuk ke RETU/Avilma RAP tidak mampu memberikan tegangan Sleepx Antara 40 sampai 50mA RAP


Semoga bermanfaat,

Salam saya

Rizal Fikri (DJ_Junkiee)
dari mas fikri bro
om budd

IC FLASh DAN RAM

Memories (Flash & RAM)



UPP

UPP tidak akan dapat berfungsi secara penuh bila tidak dibantu oleh Memori. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa UPP mempunyai subsystem MCU dan DSP didalamnya. Akan tetapi subsystem tersebut tidak dapat menyimpan OS (Operating System) secara utuh, karena sangat terbatas penyimpanan datanya, maka dibutuhkan memori tambahan untuk menyimpan Software MCU dan DSP (Firmware). Memory yang dibutuhkan oleh UPP adalah: Flash Memory, EEPROM, RAM.Pada ponsel Nokia DCT4, Flash Memory dan RAM sudah digabungkan mencadi satu IC, biasa disebut dengan “IC Combo Flash”.


IC Flas,UEM,Combo Flash














Flash Memory

Flash Memory digunakan untuk penyimpanan data Software MCU (Micro Controlled Unit) dan Software DSP (Digital Signal Processor) yang merupakan OS (Operating System) pada ponsel yang biasa disebut (Firmware), Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel. Language pack atau pilihan bahasa (pada ponsel Nokia disebut PPM), yang tersimpan didalam Flash Memory, maka Ponsel yang tidak memiliki pilihan Bahasa Indonesia bisa ditambahkan atau di upgrade (Re-Flash) menggunakan alat dan program khusus



Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll. Flash Memory pada sektor ini dapat dihapus dengan cara manual dari ponselnya.

EEPROM Nokia DCT4 telah diemulasikan dengan IC Flash. EEPROM digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Signal Tunning Value, IMEI/ISN, SID, MIN, SP-Lock, Security Code, dll. Oleh karena itu bila ponsel diganti IC Flashnya, akan diperlukan kalkulasi Code IMEI, bila tidak maka ponsel tidak akan dapat bekerja.



Rata-rata Nokia DCT4 mempunyai kapasitas data pada Flash memori dari 16Mbit sampai 64Mbit. Sedangkan Flash Memory pada Ponsel Nokia WD2 akan membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, mulai dari 128Mbit sampai 256Mbit, oleh karena itu Nokia WD2 akan mempunyai 2 sampai 4 buah IC Flash didalamnya.

Flash Memory
Flash Memory pada ponsel Nokia yang menggunakan processor TIKU, digunakan 2 IC Flash yang terpisah: Pertama, NOR Flash, digunakan untuk menyimpan data utama, disinilah Software MCU dan Security IMEI disimpan. Kedua NAND Flash, sebagian besar digunakan untuk menyimpan data user, seperti: Sounds, Games, Applications, dan juga yang menyimpan paket bahasa.

IC RAM
RAM (Random Access Memory)

Sebagai penyimpanan data secara sementara diperlukan RAM, Nokia DCT4 masih menggunakan SRAM (Synchronous RAM) dengan kapasitas sekitar 64Mbit yang telah di intergrasikan dengan IC Flash (Combo Flash), sedangkan untuk Nokia WD2 dan TIKU menggunakan SDRAM (Synchronous Dynamic RAM) yang mempunyai kapasitas data sebesar 128-256Mbit secara terpisah dari IC Flash.


* 1 byte = 8 bits
* 1 kilobyte (K / Kb) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
* 1 megabyte (M / MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
* 1 gigabyte (G / GB) = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
* 1 terabyte (T / TB) = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
* 1 petabyte (P / PB) = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes
* 1 exabyte (E / EB) = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes



ok brooooo


om buuud

IC UPP [ Universal Phone Procecor ]

UPP Description

Processor Ponsel Nokia generasi ke 4 (DCT4) menggunakan UPP (Universal Phone Processor) sebagai pusat dari semua kegiatan komputerisasi. Processor merupakan otak dari sistem kerja ponsel yang akan melakukan koordinasi semua fungsi ponsel termasuk juga instruksi-instruksi yang terprogram didalamnya.

IC UPP dtc4



IC UPP wd2



IC UPP Tiku







Teknologi Nokia DCT4 terus berkembang, WD2 dan TIKU merupakan pengembangan dari teknologi DCT4. Perbedaannya adalah jenis Proccesor yang digunakan dan kapasitas memori internal yang cukup besar. UPP-WD2 dan TIKU dapat memproses data lebih cepat ketimbang UPP DCT4, sehingga dapat memfasilitasi fitur-fitur yang lebih canggih lagi, seperti : Sistem operasi Symbian, akses GPRS Class 10 (EDGE / BB4.5), Multy Task, LCD TFT, resolusi kamera sampai 2mega pixel, MMS, Ringtone polyphonic hingga 48channel, MP3 player, Bluetooth, memory external (MMC Support),dll.

UPP Nokia DCT4, WD2 dan TIKU pada dasarnya mempunyai struktur yang sama, yang membedakan hanya spesifikasi: ARM, DSP Core (LEAD3) dan Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, tentunya spesifikasi ROM dan RAM yang tersimpan didalam UPP akan berbeda pula satu sama lain. UPP mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:

1. BRAIN

Bagian ini merupakan otak utama dari Microprocessor ponsel, bagian ini mempunyai dua fungsi:

ü MCU Subsystem

MCU Subsystem (Micro Controller Unit) diproses oleh Microprocessor ARM(Advance RISC Machines) dan didukung oleh: MCU ROM, Cache RAM, DMA (Direct Memory Access) dan Memori IF.

ü DSP Subsystem

DSP Subsystem (Digital Signal Processing) blok ini diproses oleh LEAD (Low power Enhanced Architecture DSP) digunakan untuk memproses Digital Application (A-DSP) dan Digital Cellular (C-DSP). Bagian ini yang akan mengatur lalu lintas data informasi pada keseluruhan sistem kerja ponsel.

ü Brain Peripherals

Bagian ini yang akan menghubungkan semua perintah dari subsystem MCU dan DSP kepada bagian Body.

Kinerja subsistem MCU dan DSP sangat tergantung sekali kepada Cache RAM yang tersimpan didalam UPP, Nokia WD2 dan TIKU mempunyai Cache RAM yang cukup besar, sekitar 8-16Mbit. Cache RAM merupakan unit pendukung. Semua perintah yang sering digunakan oleh UPP akan disimpan sementara pada bagian ini. Dengan adanya Cache RAM, UPP tidak perlu lagi memanggil perintah yang sama ke bagian lain. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan perintah-perintah penting dapat dipersingkat, sehingga kecepatan eksekusinya lebih baik dan cepat.



1. BODY

Keseluruhan sistem kerja ponsel semua dikontrol oleh Microprocessor. Body merupakan bagian dari Microprocessor yang berfungsi sebagai pelaksana perintah dari bagian Brain. Bagian Body berfungsi juga sebagai Digital Control Logic seperti berikut ini:

Fungsi

Keterangan

ACCIF
Interface untuk transfer data dari aksesories: misalkan dari infrared dan kabel Fbus/Mbus yang dihubungkan ke computer untuk melakukan transfer data dari ponsel ke computer.

SIMIF
Interface SIM Card. Pembacaan data-data dari sim card misalkan SIM ID, penyimpanan SMS dan Phone Book, dll.

UIF
1. Interface signal audio kepada earphone dan microphone

2. Sebagai interface LCD dan Interface Keyboard

3. juga digunakan untuk Codec kamera

PUP
Digunakan untuk transfer data Software MCU dan DSP eksternal yang akan disimpan di eksternal memory (IC Flash) melalui koneksi Fbus atau Mbus. Misalkan ponsel akan di Flash, maka data dari computer yang dihubungkan kepada Fbus ponsel akan diterima oleh Blok PUP dari Microprocessor Ponsel lalu akan disimpan didalam IC flash.

CTSI
Bagian ini digunakan untuk Management Clock untuk: PURX, Clocking, timing, Sleep Clock,dll.

SCU

Control IF / RFbus kepada Modul RF. Bagian ini digunakan untuk mengontrol jalur frekuensi yang akan dikunci kepada Base Station oleh Modul RF (PLL).

MFI, GPRS Cip, RXModem

Ketiga blok ini bersama-sama digunakan untuk menerima dan memberi data informasi kepada RF Modul, akan tetapi sebelumnya dibutuhkan konfersi D/A - A/D. Bagian ini juga yang menentukan kecepatan transfer datanya, misalkan untuk akses GPRS atau juga dapat digunakan sebagai Modem.

UPP dapat bekerja bila telah diberikan tegangan sebesar 1.5V yang diberikan oleh Regulator VCORE dan tegangan Logic (VIO) sebesar 1.8 Volt yang dibeikan oleh UEM. Disaat proses booting awal, UPP membutuhkan Clock sebesar 32KHz (Sleep Mode), sedangkan Clock utamanya diberikan oleh VCTCXO dari RF Processor sebesar 13MHz


OK BROOOO


OM BUUD

ISI DALAM IC UEM

UEM (Universal Energy Management)



Didalam UEM terdapat beberapa peran penting sebagai Energy Management Ponsel. Berbeda dengan Nokia DCT3, UEM adalah gabungan dari beberapa ASICs seperti: CCONT, COBBA, CHAPS dan UI DRIVER.

UEM singkatan dari Universal Energy Management, sesuai dengan namanya, UEM mempunyai beberapa fungsi yang sangat komplek, diantaranya:

* Crystal oscillator (32 kHz)

Setiap Sistem Ponsel akan ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu menghasilkan denyut sebesar 32KHz,.UEM yang akan memberikan tegangan dan mengendalikan Crystal Oscilator ini untuk selanjutnya diteruskan kepada UPP.

* 32 kHz Startup RC oscillator

Disaat ponsel dalam keadaan Power-down, Clock dari RF Processor belum dapat diberikan kepada UPP, agar ponsel dapat melakukan power-up dibutuhkan Clock untuk Logic System kepada UPP. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan Sleep Clock yang dihasilkan oleh Crystal Oscilator 32 kHz.

* Real time clock logic

Jam, Tgl, Alarm dibutuhkan Clock Logic yang diberikan oleh Cristal Oscilator 32kHz.

* Regulator Baseband & RF

UEM diberikan tegangan utama oleh battery sebesar 3,7Volt (VBATT). UEM mempunyai peran sebagai pendistribusi tegangan / regulator ke semua sistem berdasarkan kebutuhan tegangan yang diperlukan di setiap sistemnya.

Regulator Baseband:

§ VCORE, untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8 Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)

§ VANA, memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem analog (Btemp, VCXO Temp)

§ VIO, memberikan tengan sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/Os (Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth, LCD, ) dan UEM Logic.

§ VFLASH1, memberikan tegangan utama sebesar 2.8 Volt – 70mA kepada IR, Bluetooth, LCD, LED Driver dan tegangan kepada BSI.

§ VFLASH2/VAUX, memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 40mA untuk FM Radio dan Accesories lainnya.

§ VSIM, memberikan tegangan sebesar 1.8 – 3.0 Volt – 25mA untuk SIM Card

Regulator RF:

§ VR1, memberikan tegangan sebesar 4.75 Volt – 10 mA kepada VCP

§ VR2, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 100 mA kepada: VRF_TX, MODOUTP_G_TX, MODOUTM_G_TX, MODOUTP_P_TX, MODOUTM_P_TX,

§ VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock VCTXO (Osc 26MHz)

§ VR4, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada: VRF_RX, VF_RX, VPAB_VLNA

§ VR5, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VPLL, VLO, VPRE,

§ VR6, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VRXBB

§ VR7, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 45 mA kepada: VCO,

* Charging functions

Proses pengisian Battery Ponsel dikontrol oleh UEM. UEM telah menyimpan Charging Control didalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan proses pengisian Battery. Ponsel akan secara otomatis memutuskan arus dari charger kepada Battery bila tegangan Battery telah mencapai batas tegangan maksimal walaupun Charger masih terhubung kepada Ponsel, sebaliknya jika tegangan Battery dibawah tegangan maksimal maka arus dari charger akan terus diberikan kepada Battery.

* 11-channel A/D converter (MCU controlled)

Didalam UEM tersimpan 11Channels Analog to Digital Converter yang digunakan untuk bandgap reference dan voltage reference, bagian ini yang akan mengukur BSI, Btemp,Vcharge.

o Battery Voltage Measurement A/D Channel (Internal)

o Charger Voltage Measurement A/D Channel (Internal)

o Charger Current Measurement A/D Channel (External)

o Battery Temperature Measurement A/D Channel (External)

o Battery Size Measurement A/D Channel (External)

o LED Temperature measurement A/D Channel (External)

* Interface FBUS dan MBUS

FBUS & MBUS digunakan untuk transfer data dari komputer ke ponsel, seperti proses (Flash Programming), File Manager, dll. Data tersebut selanjutnya akan masuk ke UPP dan IC Flash.

* Security Logic (Watchdog)

Watchdog tersimpan didalam UEM, pertama digunakan untuk controlling system power-on dan power-down. Kedua digunakan untuk blok keamanan dan penyimpanan IMEI, Watchdog akan mengontrol IMEI yang berada di ROM UEM dengan IMEI yang tersimpan didalam IC Flash, bila terdapat perbedaan IMEI antara IMEI di UEM dan IMEI di Flash maka Watchdog akan melakukan Power-Down dalam waktu 32mS.

* FLASH memory untuk IMEI code

Didalam UEM terdapat ROM yang digunakan untuk menyimpan data IMEI dan Tuning Values. Sifat penyimpanan data IMEI adalah OTP (One Time Programming) dimana data IMEI hanya dapat ditulis satu kali saja dan tidak dapat dihapus atau diganti, oleh karena itu UEM bekas atau pernah dituliskan IMEI tidak dapat digunakan kepada Ponsel yang lainnya terkecuali bila IMEI yang berada di IC Flash dapat disamakan dengan IMEI yang berada pada UEM (Calulate Flash), materi ini akan dijelaskan pada Bab Software.

Bila ROM yang berada di UEM ini bermasalah atau Corupt maka UEM ini sudah tidak dapat digunakan lagi dan tidak dapat diperbaiki lagi, biasanya akan menampilkan IMEI ????????? dimana IMEI yang berada pada UEM sudah berbeda dengan IMEI yang seharusnya walaupun hanya terdapat satu angka saja yang berbeda.

* IR interface level shifters

Digunakan untuk driver dan regulator Infra red, data tersebut selanjutnya akn diteruskan kepada UPP.

* Interface LED, Buzzer dan vibrator

Vibrator, Keyboad LED, LCD LED dikendalikan oleh Subsystem UI Driver yang berada didalam UEM. Perintah kepada UI Driver ini diberikan oleh UPP, UPP hanya memberikan tegangan yang sangat rendah sekali maka dibutuhkan Driver agar dapat memberikan arus yang cukup kepada Vibrator, Keyboad LED, LCD LED.

* Audio codec

Earphone, Microphone, IHF Speaker, Handsfree dapat berfungsi karena terdapat Subsistem Audio Codec yang tersimpan pada UEM. Subsistem ini berfungsi untuk merubah signal data informasi digital menjadi signal Audio, agar signal audio tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan penguatan (Audio Amplyfier) sebelum diteruskan ke Speaker dan Microphone, signal Audio tersebut mempunyai Frekuensi sebesar 20Hz sampai 20kHz.

* SIM interface

SIM Card merupakan komponen aktif yang mempunyai Microchip didalamnya, setiap yang bersifat komponen aktif maka dibutuhkan supply tegangan kepadanya, tegangan SIM Card diberikan oleh UEM dari Subsystem Regulator Baseband sebesar 1,8 Volt – 3Volt, sedangkan SIM Clock, SIM Reset, SIM I/O data diberikan melalui Subsistem Interface, dimana SIM Interface telah menyimpan SIM Detector, SIM IF Driver dan SIM IF.

* Serial control interface (Cbus & Dbus Controled)

Bagian ini yang akan mengontrol interface penggunaan transmisi data antara UEM dan UPP diterapkan melalui CBUS dan DBUS untuk MCU Subsystem yang tersimpan didalam UPP.

* Auxiliary A/D converted (DSP controlled)

Sebagai alat bantu untuk konfersi signal analog menjadi signal digital yang digunakan untuk pengendali DSP Subsystem yang tersimpan didalam UPP, bagian ini akan berperan pada: Digital Speech Processing dan PDM Coded Audio.

* RF interface converters

Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog sedangkan Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter). RF Interface Converter biasa juga disebut Multy Mode Converter yang merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan UPP.


OK BROOOOO



OM BUUUUD

ATASI BB5 RESTART

Mengatasi kasus Restart pada BB5
Iseng-iseng nerima tawaran merepair handphone jenis BB5 dengan type N70, karena sebelumnya memang sudah pernah ngerjain. Biasanya handphone jenis ini suka restart-restart cuman karena virus Commwarior.C varian OSSymbian Trojan. Saya rasa handphone dengan system Symbian ini tidak ubahnya adalah system komputer, dimana kalo kena virus yach… suntikan Antivirus atau kalau sudah parah yach… format ulang


OK BROOO



OM BUUUD

TIPS HAPE SYMBIAN

Tips dan Kode Symbian
Jaman sekarang banyak sekali handphone-handphone berbasis Symbian bertebaran. Itupun masih dibagi lagi menurut kelas dan edisi/generasinya, yaitu S60 1st Edition, S60 2nd Edition, dan S60 3rd Edition. Pada ponsel-ponsel symbian S60 2nd Edition (Nokia 7650,6600,7610,dst) terdapat tips ringan dan kode rahasia untuk memudahkan penggunanya, (tetapi beberapa juga bisa digunakan untuk handphone S60 2nd Edition dan S60 3rd Edition), antara lain sebagai berikut:1. Copy & pastea. TeksLangkah ini memudahkan Anda mengcopy teks yang sama, misalnya untuk mengirimsms atau email.Caranya:
Letakkan posisi kursor di depan teks yang akan di copy, lalu tekan tombol`ABC` yang bergambar pensil.
Kemudian geser kursor dengan tombol navigasi ke arah kanan sampaiakhir teks.
Tekan tombol softkey kiri untuk memunculkan menu `copy` dan tombolsoftkey kanan untuk menu `paste`.
Letakkan kursor di tempat tujuan dan tekan `paste`.
b. Gambar, Video, Ringtone dan SmsFile - file diatas jika tersimpan di memori ponsel bisa memberatkan kinerja ponsel,sebaiknya file - file tadi dipindahkan ke kartu memori.Caranya:
Untuk file gambar, video dan ringtone masuk ke folder `Image` atau`Galery` dan klik `option`
Klik menu `Mark` untuk pilih file tertentu atau `Mark All` untuk pilih semua file.
Kemudian klik `option` lagi untuk memilih menu `Move to folder` ke memori kartu atau `Copy to Memory Card` untuk symbian versi baru.
Untuk pesan SMS, klik folder `Messaging` atau `Pesan`
Klik `Option` pilih `Other` lalu pilih `Memory in use` (memory yang digunakan) dan pilih kartu memori.
Buat ponsel N-Gage, N3650 dan N3230 cara ini tidak bisa karena belum adanya fitur diatas.
2. Menghapus Sms Report Secara BerkalaCaranya:
Klik menu `Log`.
Pilih `Option` lalu pilih `Setting` dan masuk ke menu `Log Duration` untukmenentukan
waktu yang diinginkan.
3. Seting ShortcutDengan fitur ini Anda bisa masuk ke aplikasi yang diinginkan tanpa harus ke
menuutama.Caranya:
Masuk ke menu `Tool` dan klik `Setting`, `Phone` lalu `Stand by mode`.
Selanjutnya terdapat fungsi tombol shortcut yang ada dan bisa diganti dengan aplikasi yang
diinginkan.
4. Masuk ke `Safe Mode``Safe mode` diperlukan jika ada masalah pada hardware
atau software, untuk memungkinkan Anda untuk menyelamatkan data sebelum ponsel mati
total daN menonaktifkan semua aplikasi sehingga bisa leluasa menghapus file bermasalah,
misal : virus.Caranya:
Dalam keadaan mati, tekan dan tahan tombol bergambar pensil,bersamaan dengan
menghidupkan ponsel, lalu lepas tombol `pensil` setelah proses loading sistem usai.
5. Memformat KartuUntuk memulihkan kartu memory jika terjadi kerusakan seperti MMC
Corrupt.Caranya:
Masuk menu `Memory Card`, klik `Option` dan pilih `Format Mem.Card`.
6. Clear CacheAdalah data sementara yang diambil ketika mengakses sebuah situs
seperti`Bookmarks` yang dapat digunakan untuk akses yang lebih cepat ketika ke situs
yangsama.`Cache` tersimpan di memori ponsel, jadi membersihkannya secara berkala
dapatmenghemat memori.Caranya:
Masuk menu `Service` lalu klik `Option` dan pilih `Clear cache`.
7. Membuat Alinea Baru Saat Menulis SmsCaranya:
Menekan 3 kali tombol angka 0.
8. Rewind (Rew) dan Fast Forward (FF)Khusus ponsel musik seri `N` tidak dilengkapi dengan
tombol Rew dan FF.Caranya:
Pada waktu di tampilan utama player, tekan beberapa saat tombol `next` untuk maju dan
previous` akan membuat lagu “bergulung” ke bagian sebelumnya.
Cara lain dengan menekan tombol 4 dan 6 saat di tampilan utama player.
9. Keypad untuk membuka menuCaranya:
Pada menu utama Anda tinggal menekan angka 1 sampai 9 untuk memilih menu tanpa harus
menggerakkan tombol navigasi, misal: angka 1 untuk ke menu `message`
10.Merubah Profil Normal dan SilentCaranya:
Tekan tombol power sekali, lalu muncul sederetan menu dari `switch off`hingga beberapa
menu sampai `profil`.
Pilih menu ‘profil’ setelah itu muncul tampilan nama-nama profil. Pilih ’silent’.
Untuk Nokia seri ‘N’ cukup dengan menekan tombol pagar(#) selama beberapa detik.
Otomatis akan berpindah dari mode normal ke mode silent.
Untuk mengembalikan tekan lagi tombol pagar.

11. Beberapa kode akses mengecek software atau hardware
Nokia
*#06# ………………Melihat serial number atau imei
*#0000# …………. Melihat versi software (V3.42.1, 16-10-03, NHL-10)
*#2820# …………..Melihat alamat IP perangkat Bluetooth
*#3370# …………..Melihat keadaan layar lcd hp
*#2200# …………..Mengembalikan bahasa hp ke bahasa default
*#9270689# ……..Melihat tanggal pembelian hp,versi software, imei, service
*3001#12345# ….Melihat tanggal pembelian, software, konfigurasi jaringan (CDMA)
*#837# ………….….Melihat versi software, melihat imei (CDMA)
*#7370# ……….…..memformat hp (hard format)
*#7780# …………...mereset hp ke setting pabrik (soft format)

TRIK NYISIPIN CDMA KE GSM

Teknologi HandPhone CDMA dan GSM terkadang membuat orang bingung harus memilih yang mana, di satu sisi, CDMA dikenal karena biaya operasional (baca:pulsa) yang lebih murah, namun disisi lain GSM punya keunggulan jangkauan yang lebih luas.Trik ini sebenarnya sudah lama, tapi mungkin hanya sedikit yang tahu dan biasanya paling cuma orang-orang counter HP saja. Tapi karena trik ini sebenarnya bukanlah suatu rahasia besar (TOP SECRET) yang hanya orang tertentu saja yang boleh tahu, maka BuL akan mengungkapkannya disini.Manfaat yang bisa didapatkan dengan menyisipkan nomor CDMA ke nomor GSM antara lain:

1. HP GSM akan memiliki 2 nomor sekaligus dalam satu Handphone.
2. HP anda akan dapat dihubungi secara lokal bahkan lewat telepon koin pun bisa.
3. Nomor CDMA lokal anda masih dapat dihubungi sekalipun berada diluar daerah.
4. Nggak perlu beli HP CDMA untuk menggunakan nomor CDMA.

Tapi ini bukannya tanpa kelemahan maupun keterbatasan :
1. Nomor CDMA lokal anda hanya dapat digunakan untuk menerima telepon saja, sedangkan
fungsi untuk menelpon, mengirim dan menerima SMS tetap ditangani oleh nomor GSM.
2. Bagaimanapun juga pulsa nomor CDMA tetap harus diisi sekalipun tidak digunakan, karena
nomor CDMA bisa tidak berfungsi kalau pulsa hangus atau kosong.
3. Dikenakan biaya airtime yang dipotong langsung dari pulsa CDMAnya walaupun cuma
terima telepon saja.
Tapi paling nggak Trik ini bisa dimanfaatin bagi anda yang sibuk dan harus mobile ke luar daerah, ataupun untuk tetap keep in touch pada saat pulang kampung ataupun liburan.YANG PENGIN GAYA GAYA AN KAN HEBOH TEL KE CDMA YANG KRING GSM PASTI ORANG BILANG WAH HEBAAAATTTTTTT
Yang harus disiapkan yaitu:

1. HP GSM dan nomor GSM tentunya untuk ditambahkan nomor CDMA.
2. HP CDMA sebaiknya dengan Fasilitas Ruim Dual Band yang menggunakan kartu dan
bukanyang di injek) seperti : Nokia 2115, 6015, 6016, 6585, dll. Dan nggak perlu beli,
karena cuma dipakai sebentar aja, bisa pinjem sama saudara, temen, tetangga ataupun
tempat dimana beli nomor CDMA nya.
3. Kartu Perdana CDMA, pilih yang sesuai untuk di sisipkan ke nomor GSM anda.
1. Star One untuk : Mentari, IM3, dan Matrix
2. Flexy untuk : Simpati, Kartu AS, Kartu Hallo
3. Esia untuk : Simpati, Kartu AS, Kartu Hallo dan XL

Pemilihan kartu harus benar-benar sesuai, jika tidak maka trik ini nggak akan berhasil.Cara Menyisipkannya:

1. Masukkan kartu perdana CDMA yang telah dibeli kedalam HP CDMA .
2. Lakukan Pengaktifan

A. Untuk Star One :

1. Tekan *92 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya:
*92081512345678
2. Tekan OK/Yes.. lalu dengarkan
3. Setelah selesai tutup HP CDMA nya
4. Di test dengan menelpon ke No. CDMA, jika yang berdering adalah HP GSM berarti anda
telah berhasil !!

B. Untuk Flexy :

1. Tekan *71 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya: *7108125712345
2. Tekan OK/Yes dan dengarkan...
3. Setelah selesai tutup HP CDMA nya
4. Di test dengan menelpon ke No.CDMA, jika HP GSM anda berdering, maka anda telah
berhasil !!

C. Untuk Esia :

1. Tekan *12 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya: *12081612345678
2. Tekan OK/Yes dan dengarkan...
3. Setelah selesai tutuh HP CDMA nya
4. Di test kembali dengan menelpon ke No.CDMA, jika HP GSM anda yang berdering, maka anda telah berhasil !!

Nggak sulit kan, kurang lebih seperti mengisikan pulsa dari voucher yang kita beli saja.Suatu saat mungkin kita ingin mengembalikan nomor CDMA kedalam kartu asalnya agar bisa digunakan di HP CDMA, berikut cara-cara untuk mengembalikannya.


A Untuk Star One

1. Tekan *920
2. Tekan OK/Yes dan dengarkan...
3. Setelah selesai tutup
4. Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah
kembali ke kartu asalnya.


B Untuk Flexy

1. Tekan *710
2. Tekan OK/Yes dan dengarkan...
3. Setelah selesai tutup
4. Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah kembali ke kartu asalnya.


C Untuk Esia

1. Tekan *120
2. Tekan OK/Yes dan dengarkan...
3. Setelah selesai tutup
4. Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah kembali ke kartu asalnya.

Sekedar iseng, langsung aja dicoba, kalau nggak bisa jangan salahin om bud ya.. heheheSelamat mencoba, semoga bermanfaat.



Om budd